Memahami Cewek dan Wanita Inflasi
Tempo hari Lex pernah berbicara tentang detoks paradigma. Kita akan memulainya hari ini. Saya sarankan Anda menyimpan artikel ini ke Notepad / Word, dan membacanya di rumah, berkali-kali jika memang perlu.
Secara kasar dan untuk kepentingan artikel ini, kita membagi wanita menjadi 4 tipe.
Tipe A: wanita cantik. Cute, hot dan seksi. Selera universal semua Pria-Pria.
Tipe B: wanita lumayan. Tipe "oke lah". Tidak cantik-cantik amat namun jauh dari kesan jelek.
Tipe C: wanita normal. Biasa-biasa aja. Tidak cantik. Tidak jelek. Standar.
Tipe D: wanita jelek. Tidak perlu dideskripsikan, Anda tahu sendiri maksudnya.
Setiap Pria dalam hidupnya pasti pernah bermimpi dapat memiliki wanita tipe A dan menjalin hubungan yang indah dengannya. Namun mimpi disebut mimpi karena memang ia tidak pernah menjadi kenyataan. Kebanyakan Pria harus merasa puas dengan label "teman biasa" atau malah hanya mampu memandang cewe tipe A tersebut dari kejauhan sambil berbisik lirih, "Andai kau tahu isi hatiku.." dengan diiringi background musik ‘Manusia Bodoh’ dari Ada Band.
Si Pria tidak berhasil mendapatkan si A namun karena kesepian di hati yang tidak tertahankan lagi, maka ia lalu membuang mimpinya dan mencoba berburu di area yang sepertinya lebih mudah; wanita tipe B. "Ya, ini area yang jelas lebih mudah. Gue intelek and asik gaulnya, tampang gue juga lumayan kok. Gak mungkin dia gak mao sama gue, apalagi dia cuma wanita tipe B", begitu pikir si Pria.
Namun setelah sekian minggu melancarkan serangan sms, telpon, traktir makan dan nonton, setelah mengucapkan kalimat ‘penembakan’ yang sudah dilatih puluhan kali, cintanya ditolak. Seorang wanita tipe B menolak cinta seorang Pria yang seharusnya layak mendapatkan wanita tipe A. Dunia memang kejam!
Ini bukan cerita salah satu sinetron, ini adalah kejadian nyata yang sering terjadi di mana-mana. Apakah Anda atau temanmu pernah mengalami kejadian seperti ini? wanita yang sebenarnya bukan tipe Anda, wanita yang sebenarnya ada di bawah level Anda, namun dengan segala daya upaya dan ketulusan yang ada tetap saja Anda menjadi korban ketidak adilan budaya romantisme semu dunia ini. What the f*ck is going on here?
